Kiprah Indonesia Di Piala Dunia 1938

Jika lolos ke final, Indonesia akan berhadapan dengan pemenang dari pendule antara Portugal dan Spanyol. Hingga Jumat (8/5/2020) pagi, Indonesia juga masih unggul jauh atas Brasil melalui perolehan suara 86 persen.

Namun permainan disiplin Liverpool membuat mereka mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga babak tambahan berakhir. Sang juara Liga Winners tersebut mendapatkan perlawanan sengit di Khalifa International Arena, Doha.

Dalam perjalanannya menuju partai final, Indonesia harus berhadapan dengan beberapa tim lebih besar. Indonesia mengalahkan Brazil dalam kompetisi buatan yang digagas oleh akun Instagram permainan, Transfer.

Serangan Liverpool mampu diimbangi Flamengo sang pemenang Copa Libertadores. Seandainya juga belum ke sana, Indonesia paling tidak bisa menghirup level kompetisi yang kelihatannya lebih ketat dari sebelum ini. Dalam wawancaranya dengan Electronic Arts (EA), ia mengaku tidak tertarik main saat saudaranya pertama saat mengenalkan pada FIFA. Alshehri pun harus menjilat ludah sendiri karena kini ia malah sangat menyukai game tersebut.

Damainya dua kubu ini membuat banyaknya kesebelasan besar yang kembali berlaga di kompetisi baru, akhirnya menjadi cikal bakal terbentuknya Serie A Italia. Pada musim, FIGC memutuskan untuk menggabungkan Southern dan North Little league ke dalam satu kompetisi penuh yang mana pola ini terus digunakan hingga saat ini. Presiden FIGC saat itu, Luigi Bozino, merasa situasi ini tak baik bagi persepakbolaan Croatia. Lantas ia terus berkonsultasi dengan editor dari harian Gazzetta dello Sport, Emilio Colombo, untuk mencari jalan keluar dari dualisme liga dalam memecah belah persepakbolaan Italia tersebut.

Kemudian jika dilihat dri perspektif kualitas tim nasional, Indonesia sebaiknya bersiap dri sekarang, baik dari internal maupun eksternal. “Saya tanamkan bahwa di sepak online tidak mudah, bagaimana di sepak bola harus bekerja keras, bahkan saya tekankan untuk tidak silau dengan popularitas, ” ujarnya. Kesuksesan atas Jerman itu bukan satu-satunya catatan keberhasilan Tibia Tae Yong. Pelatih berusia 49 tahun tersebut memiliki jalan panjang sebagai pelatih, tepatnya ketika dipercaya menjadi caretaker Seongnam Ilhwa dalam tahun 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *